Begini Manajemen Risiko Dalam Trading
Begini Manajemen Risiko Dalam Trading
Salah satu kunci sukses dalam belajar forex trading adalah manajemen risiko. Anda dapat mengklaim bahwa Anda memiliki strategi trading yang efektif atau menggunakan analisis yang andal, tetapi tidak ada gunanya jika semuanya dilakukan tanpa manajemen risiko. Mengapa? Karena tanpa manajemen risiko cepat atau lambat bisnis Anda tidak akan menguntungkan.
Tidak ada ilmu pasti di pasar forex yang dapat memprediksi perubahan harga 100% dengan benar. Sebagus apapun sebuah sistem, pasti memiliki potensi kesalahan prediksi yang bisa membuat Anda kehilangan posisi trading. Oleh karena itu, ketika belajar trading forex, Anda perlu membiasakan diri dengan pengaturan manajemen risiko yang baik. Mengutip para ahli, "selalu ada risiko, dan seluruhnya tergantung bagaimana kita dapat mengelolanya."
1 Besaran Risiko
Katakanlah Anda memiliki modal 1000 USD. Setelah leverage 1:100, posisi trading yang Anda gunakan adalah 100.000 USD. Sekarang pertanyaannya, apakah Anda akan langsung menghabiskan 100.000 USD dalam satu kali transaksi?
Jika ya, berarti Anda sama sekali tidak mempertimbangkan manajemen risiko saat belajar trading forex. Menggunakan semua posisi Anda saat ini di satu tempat sama dengan bertaruh. Jika Anda menang, Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi jika Anda kalah, semua dana Anda bisa hilang seketika karena Anda akan kehilangan uang. Pada kenyataannya, peluang bisnis tidak hanya terjadi sekali. Padahal, ada banyak peluang yang selalu bisa Anda temukan dalam pergerakan harga pasar forex.
Jadi, untuk bertahan lama di pasar forex, Anda harus menerapkan metode trading forex dengan menentukan besarnya risiko dalam trading. Direkomendasikan bahwa risiko per transaksi adalah 0,5–2% dari modal kerja. Jadi jika Anda memiliki modal 1000 USD, atur risiko per perdagangan hanya antara 5 USD dan 20 USD. Menggunakan metode manajemen risiko ini sangat membantu dalam mencegah risiko kerugian yang berlebihan dan memberi Anda lebih banyak peluang untuk berdagang.
2 Membatasi Posisi Open
Sudah menjadi rahasia umum bahwa broker forex memungkinkan Anda untuk membuka beberapa posisi sekaligus. Ini adalah cara yang baik untuk melakukan trading forex sehingga Anda dapat memanfaatkan peluang beberapa pair sekaligus. Namun, jika terlalu banyak posisi dibuka pada saat yang sama, ada risiko ukuran perdagangan yang sangat besar.
Misalnya, dengan risiko 2% per perdagangan dan leverage 1:200, membuka 40 posisi sekaligus berarti menempatkan semua dana di akun Anda dalam risiko. Idealnya, tidak disarankan untuk membuka lebih dari 4 pekerjaan sekaligus. Penyesuaian manajemen risiko seperti ini memudahkan untuk mengukur potensi kerugian bisnis.
3 Rasio Risk Reward
Tips manajemen risiko ini berhubungan dengan penggunaan fungsi stop loss dan take profit. Dalam tutorial trading forex sebelumnya disebutkan bahwa stop loss berguna untuk melindungi posisi trading dari kerugian yang lebih besar. Meskipun keuntungan dapat digunakan untuk mengunci keuntungan.
Mengenai pengaturan manajemen risiko, Anda dapat mengatur pengaturan tingkat stop loss dan take profit dengan rasio risiko tertentu (laba dan rugi). Rasio risiko lebih baik untuk menetapkan imbalan yang lebih rendah sehingga keuntungan yang Anda kumpulkan bisa lebih banyak daripada kerugiannya.
Misalnya, saat belajar trading forex, Anda bisa menggunakan strategi manajemen risiko dengan rasio risk-to-reward 1:2. Kemudian stop loss dan take profit dihitung sebagai berikut: entry pembelian EUR/USD di level 1.1280 ditentukan oleh stop loss di 1.1260 (20 pips away) dan take profit di 1.1320 (selisih 40 pips dari awal tingkat). Jika digunakan sesuai dengan strategi perdagangan yang terbukti, rasio risiko terhadap risiko dapat mendukung profitabilitas perdagangan jangka panjang.