Tips Forex Trading: Harus Cutloss atau Hold?
Dalam aktivitas trading, terdapat beberapa strategi yang digunakan para investor saat melakukan transaksi agar bisa mendapat hasil atau keuntungan yang maksimal. Contoh strategi yang populer di dunia Forex trading yaitu Cutloss dan Hold. Strategi – strategi tersebut pun harus diterapkan pada waktu yang tepat agar efektif.
Tentu saja, dalam transaksi trading, seorang trader tidak selalu 100 persen mendapat keuntungan di tiap transaksi. Terdapat kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja saat investor melakukan transaksi meskipun sudah melakukan berbagai analisis yang mendukung keputusan transaksi. Namun, pada kenyataannya, fluktuasi pasar terkadang dapat terjadi hal – hal yang tidak terduga yang menyebabkan perhitungan seorang investor meleset dan justru membawa kerugian.
Untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar, investor melakukan strategi, salah satunya yaitu cut loss. Strategi lain juga terkadang diterapkan, yaitu hold, dengan penerapan strategi yang bermacam – cara dan analisisnya. Maka dari itu, sebelum mengetahui tips kapan harus melakukan cutloss maupun hold, ada baiknya kita memahami pengertian dari kedua istilah tersebut.
Cutloss
Istilah cutloss secara susunan kata berasal dari kata cut dan loss yang berarti memotong dan kerugian. Jika diartikan maknanya adalah menghindari kerugian. Cutloss dilakukan oleh seorang trader sebagai sebuah upaya untuk mencegah kerugian yang dialami semakin besar. Tujuan trader melakukan cutloss bukan berarti mengambil kerugian, namun justru untuk menghindari kerugian yang dialami akibat harga yang merosot drastis.
Hold
Hold pada dasarnya memiliki makna menahan. Dalam dunia Forex trading, hold merupakan strategi untuk menahan suatu transaksi dalam jangka waktu tertentu, tidak menjualnya meskipun harga naik ataupun turun.
Kapan Harus Cutloss atau Hold?
Setelah mengerti tentang arti dari istilah hold dan cutloss di dunia trading Forex, berikut ini beberapa tips tentang kondisi yang tepat untuk melakukan hold dan cutloss.
Hold, jika:
- Fundamental bagus
Saat analisis Anda menunjukkan fundamental dari produk yang Anda ambil bagus, hold bisa Anda lakukan. Hal itu mengingat bahwa fluktuasi pasar bisa berubah sewaktu –waktu.
- Bukan uang panas
Uang panas disini maksudnya adalah uang yang merupakan kebutuhan utama sehari-hari. Maka dari itu, sebelum melakukan investasi terutama di dunia trading, disarankan menggunakan uang dingin atau uang di luar kebutuhan utama sehari-hari.
- Termasuk kategori blue chip
Blue chip disini merupakan istilah bagi saham yang memiliki fundamental kuat dan kapitalisasi pasar yang besar sehingga fluktuasinya tidak terlalu tajam dan berpotensi naik kembali.
Cutloss, jika:
- Mencapai batas kerugian
Umumnya, trader memiliki batas persentase kerugian sebesar 5 persen. Saat kerugian transaksi mengalami penurunan harga yang drastis hingga menimbulkan kerugian besar atau mencapai batas persentase kerugian Anda, cutloss sangat disarankan.
- Harga terus menurun
Saat terjadi kondisi dimana harga tidak berubah dan cenderung terus menurun, hal itu akan membuat Anda mengalami kerugian yang semakin membesar. Oleh karena itu, lakukan cutloss saat terjadi kondisi tersebut.
- Kesalahan memilih produk
Terkadang meskipun Anda melakukan analisis yang mendalam terhadap suatu produk, Anda masih belum sepenuhnya yakin dengan potensi produk tersebut. Menerapkan cutloss dengan perhitungan batas persentase kerugian merupakan langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya kemungkinan terburuk.
Penerapan strategi cutloss dan hold di dunia Forex trading sebenarnya kembali lagi kepada Anda sebagai investor yang berhak mengambil keputusan. Semua keputusan ada di tangan Anda apakah Anda harus melakukan cutloss atau hold.