Kenali Analisa Saham RBMS Sebelum Membelinya


Saham RBMS, tercatat sangat prospek ketika Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik pada 40,3 poin (0,61%) ke 6.643,93 pada Desember lalu. Namun, sebelum memutuskan untuk menginvestasikan dana di perusahaan ini, alangkah baiknya untuk melakukan analisa saham RBMS terlebih dahulu. Oleh karena itu, simak penjelasan berikut ini:

Mengenal Tentang RBMS

PT. Ristia Bintang Mahkotasejati atau yang dikenal dengan emiten RBMS merupakan perusahaan di bidang properti dan juga real estate. Perusahaan RBMS sendiri didirikan pada 22 Mei 1985 dan beroperasi mulai Februari 1994. Adapun lokasi perusahaan berada di Gedung Ribens Autocars, Jakarta Selatan.

Sedangkan ruang lingkup RBMS yaitu pada real estate serta kontraktor. Adapun RBMS menawarkan kegiatan utama sebagai pengembang perumahan Mahkota Simprug, Bintang Metropole serta Saung Riung. Setiap perumahan tersebut masing-masing terletak di Tangerang, Bekasi juga Karawang.

Analisa Fundamental Saham RBMS

Setelah mengetahui ruang lingkup dari perusahaan RBMS ini, maka alangkah baiknya untuk mengetahui analisa sahamnya. Saham perusahaan RBMS sendiri tersedia di bursa dan diperdagangkan pada hari bursa. Berikut ini analisa saham RBMS yang perlu dipahami:

1. Metode Top Down

RBMS merupakan emiten yang termasuk bagus di BEI, akan tetapi pada tahun 2017 emiten ini pernah di suspend oleh BEI. Sebab mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi, yaitu dari Rp 90 menjadi Rp 320 (naik 4x lipat). Kemudian pada tahun 2018, RBMS dibuka kembali dan hingga kini diperdagangkan.

Pada tahun 2020, harga saham RBMS berkisar di Rp 50 per lembar dan hampir tidak bergerak. Hal ini terjadi karena pandemik covid-19 yang membuat perusahaan real estate dan properti lesu. Walaupun begitu pada akhir tahun 2021 saat IHSG, saham RBMS berada di puncak top gains dengan harga saham yang melesat hingga 34,38%.

2. Metode Bottom Up

Perbaikan kinerja yang dilakukan di sepanjang tahun 2021 dapat dibuktikan dengan pendapatan yang diperoleh. Pendapatan neto perseroan RBMS tumbuh dari RP 25,3 miliar menjadi Rp 44,5 miliar.

Rugi tahun berjalan yang didistribusikan adalah Rp 23,5 miliar, terbilang membaik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat mengalami kerugian hingga Rp 44,6 miliar. Total aset per Desember 2021 sebesar Rp 771,09 miliar, mengalami kenaikan dari Desember 2020 sebesar RP 760,4 miliar.

Total liabilitas juga meningkat hingga Rp 214,9 miliar sedangkan ekuitas perseroan turun dari Rp 559,7 miliar menjadi Rp 556,1 miliar. Dari sisi arus kas, perseroan mencatat ada peningkatan arus kas sebesar Rp 6,3 miliar.

Analisa Teknikal Saham RBMS

Pada Desember 2021, RBMS sempat diunggulkan oleh para influencer. Namun demikian, RBMS di Januari 2022 ditutup dengan volume harga yang kecil. Apabila hal ini terjadi maka investor bisa melepas dulu RBMS ini untuk digunakan untuk keperluan emiten lainnya.

Jika masih datar-datar maka belum ada pergerakan atau tindakan, maka investor bisa melepas dulu saham ini. Jika volume sudah dirasa cukup kuat untuk mengangkat naik harga tersebut. Maka investor bisa kembali mengambil emiten RBMS. Selalu pantau pergerakan harga dari RBMS sebelum memutuskan membeli saham ini.

Itulah informasi mengenai analisa saham RBMS yang perlu diketahui. Dengan analisa tersebut, diharapkan investor bisa memutuskan apakah RBMS layak untuk dijadikan tujuan investasi berikutnya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan, RBMS pernah mengalami UMA atau disuspend oleh BEI pada tahun 2017. Calon investor tentunya harus mempertimbangkan hal ini agar dapat menentukan strategi yang tepat.