Pelajari Pola Penerusan Dalam Trading Untuk Trader Pemula
Pelajari Pola Penerusan Dalam Trading Untuk Trader Pemula
Candlesticks adalah format grafik harga paling populer untuk para pedagang. Alasan utamanya adalah tampilannya yang menarik dan memudahkan para trader untuk mengidentifikasi. Tak heran jika candlestick sering dijadikan acuan untuk membaca pergerakan harga, termasuk mengidentifikasi tren dengan mengirimkan pola candlestick.
Candlestick Penerusan
Pola candlestick lanjutan adalah formasi candlestick yang terbentuk sebelum harga melanjutkan trennya menuju pergerakan sebelumnya. Sebenarnya ada dua cara untuk membaca pola kelanjutan pada grafik harga. Yang pertama disebut pola lanjutan klasik (pola segitiga, bendera, baji, dll.). Sedangkan cara lain disebut candlestick lanjutan yang menggunakan candlestick. Kebanyakan trader lebih memilih cara yang kedua karena dianggap lebih mudah dipahami.
Pola klasik biasanya terdiri dari 10-50 candle, sedangkan pola candlestick lanjutan biasanya hanya terdiri dari 1-5 candle. Ini membuat pola candlestick lanjutan cocok untuk perdagangan jangka menengah hingga pendek. Biasanya pola ini terlihat saat pasar sedang sideways. Namun tidak jarang terjadi gap atau gap yang mengindikasikan perubahan harga yang cepat.
Pola forward candlestick sering digunakan oleh para trader yang menggunakan strategi demi strategi. Mereka menggunakannya untuk memastikan bahwa tren masih bergerak ke arah sebelumnya dan belum menuju pembalikan atau pembalikan harga. Misalnya, ketika harga akan naik, pengikut tren biasanya mencari tahu apakah pergerakannya masih bisa berlanjut atau akan turun. Munculnya pola candlestick yang naik dalam hal ini bisa menjadi pertanda bagi mereka.
Meski pola inverse candlestick lebih populer di kalangan trader, namun penggunaannya dinilai cukup berisiko. Pemula yang tidak hati-hati sering kali terjerumus ke dalam perangkap sinyal palsu karena terlalu cepat berasumsi bahwa harga akan berubah. Jadi tidak heran jika banyak trader sukses menyarankan strategi mengikuti tren daripada strategi pembalikan.
1 Gaps
Kesenjangan adalah salah satu pola perdagangan jangka pendek yang cukup umum di kalangan pedagang. Pola ini digunakan tidak hanya di kandil Jepang, tetapi juga di jenis grafik lainnya. Gap bullish terjadi karena harga pembukaan candlestick kedua lebih tinggi dari harga penutupan candlestick pertama atau sebaliknya. Sehingga bagian bawah candle kedua tidak menyentuh level penutupan candle pertama. Biasanya candle ini menunjukkan bahwa kekuatan pembeli telah berhasil mengatasi penjual di sesi perdagangan baru. Ada beberapa pola aperture yang perlu dipertimbangkan.
2 Three White Soldiers dan Three Black Crows
Tidak jarang tiga pion putih dan tiga gagak hitam digunakan dalam perdagangan terbalik. Namun, tujuan munculnya kedua pola ini sebenarnya untuk memastikan kelanjutan tren setelah pembalikan harga. Pola ini cukup mudah dikenali karena hanya terdiri dari tiga kandil yang bergerak berurutan dalam satu arah seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Biasanya, ketiga candle memiliki hati dan ekor yang pendek. Tiga ksatria putih muncul dalam ayunan ke atas, sementara tiga gagak hitam muncul dalam ayunan ke bawah.
3 Rising Three Methods dan Falling Three Methods
Seperti namanya, tiga pola bullish muncul saat pasar sedang naik, sedangkan tiga pola bearish muncul saat pasar sedang turun. Namun, keduanya menunjuk pada pengembangan yang berkelanjutan. Pola Rising Three yang sempurna memiliki tiga candle bearish kecil bersama dengan dua candle naik besar. Falling Three memiliki tiga candle bullish kecil bersama dengan dua candle bearish besar.
4 Separating lines
Garis breakout bullish, atau sering disebut garis split, terdiri dari dua candle yang muncul dalam tren naik. Lilin pertama adalah lilin panjang yang diisi bearish sedangkan lilin kedua adalah lilin panjang yang diisi bullish. Penting untuk memastikan bahwa candle pembuka kedua akan sama atau mendekatinya. Dengan garis pemisah yang jatuh, yang terjadi adalah sebaliknya. Berikut ini adalah gambar pola garis pemisah untuk memudahkan pemahaman Anda.
5 Matching High dan Matching Low
Pola candlestick masa depan ini terdiri dari setidaknya dua candle dengan titik rendah yang sama (Tren Turun) atau titik tinggi yang sama (Tren Naik). Jika muncul dalam jangka pendek, pola ini sering mengindikasikan pengujian level support atau resistance. Trader sering menggunakan pola candlestick ini untuk mengantisipasi breakout.
