Kesalahan Dalam Menentukan Stop Loss Dan Take Profit
Kesalahan Dalam Menentukan Stop Loss Dan Take Profit
Salah satu keterampilan terpenting seorang trader adalah mengatur stop loss dan mengambil keuntungan. Dapat dikatakan bahwa strategi ini cukup sulit dan membutuhkan analisis yang kuat.
Saat mempelajari dasar-dasar trading forex, topik diskusi yang paling umum adalah mengetahui dan menentukan tempat yang tepat untuk memasukkan posisi. Tapi sungguh, manajemen perdagangan tidak bisa diabaikan karena meskipun mereka memiliki entri yang bagus, pedagang masih bisa merugi jika gagal menentukan titik keluar yang ideal.
Dalam prakteknya, trader harus memahami bahwa total profit yang diperoleh sebenarnya adalah hasil selisih antara gross profit dan gross loss. Jadi trader harus ingat bahwa sukses dalam trading terjadi ketika total profit lebih besar dari total loss. Hampir tidak mungkin untuk berdagang tanpa kerugian sedikitpun dan oleh karena itu manajemen risiko dianggap sangat penting dalam perdagangan.
Pada dasarnya, Stop Loss dan Take Profit adalah bagian dari manajemen risiko dalam trading forex. Seorang trader harus memahami bahwa trading bukan hanya aktivitas mencari untung, tetapi juga memahami risiko yang ada dan bersiap untuk rugi dalam prosesnya jika hasilnya tidak sesuai dengan prediksi. Terlebih lagi, pasar forex sangat fluktuatif dan berubah dengan cepat, sehingga trader membutuhkan strategi dan perencanaan yang kuat sebelum memasukinya.
Menggunakannya Sebagai Dasar Perhitungan
posisi "x pips" atau "x dolar" untuk menentukan stop loss merupakan salah satu kesalahan. Pada kenyataannya, pasar tidak bergerak berdasarkan jumlah lot yang Anda masukkan, tetapi sebaliknya; Andalah yang harus beradaptasi dengan dinamika pasar. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki kemampuan analisis yang baik untuk memilih level Stop Loss atau Take Profit yang paling sesuai.
Perlu ditekankan bahwa alur perdagangan yang paling tepat adalah menganalisis dan menentukan level Stop Loss dan Take Profit sebelum membuka posisi trading. Keuntungannya adalah sebelum mempertaruhkan kehilangan modal, trader bisa bebas dari pengaruh emosional selama trading dan bisa menilai secara objektif kapan harus melanjutkan dan kapan harus berhenti.
Menentukan Indikator Terlalu Dekat / Jauh
Ini adalah kesalahan pertama yang dilakukan kebanyakan trader. Ingatlah bahwa pasar forex dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Jika Anda menempatkan Stop Loss atau Take Profit terlalu dekat atau terlalu dekat satu sama lain, ada kemungkinan posisi akan dihentikan sebelum harga bergerak ke arah yang Anda inginkan. Dengan kata lain, Anda terlalu cepat berasumsi pada awalnya sebelum Anda benar-benar melihat pergerakannya.
Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin membuka posisi buy di GBP/JPY di 145,00 dengan Stop Loss di 144,90. Kalaupun perhitungan Anda benar, jika harga memantul di sekitar angka ini, masih ada peluang harga turun lagi 10-15 pips sebelum akhirnya naik, misalkan ke 147.00. Sayangnya, peluang tersebut mungkin akan terlewatkan jika Anda keluar terlalu cepat di 144,90.
Jadi penting untuk memberikan beberapa "ruang bernafas" saat mengatur Stop Loss atau Take Profit untuk menghindari skenario di atas. Tidak hanya itu, selalu periksa volatilitas target pasar Anda karena ini juga terkait erat dengan perubahan harga pada gambar.
Di sisi lain, ruang pernapasan juga tidak boleh terlalu besar. Perlu dipahami bahwa menempatkan poin Stop Loss atau Take Profit yang terlalu berjauhan tidak selalu menjamin profit.
Pada dasarnya, kedua poin ini berguna untuk mencegah trader kehilangan terlalu banyak dengan memperingatkan mereka bahwa pasar tidak bergerak seperti yang diharapkan. Jika keduanya terlalu jauh dari titik masuk, fungsi peringatan ini tidak lagi berguna. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan rasio risiko/imbalan dari perdagangan Anda.
Misalnya, untuk menempatkan stop loss 500 pip dalam perdagangan intraday, target keuntungan 1.500 pip diperlukan untuk mempertahankan rasio risiko/imbalan 1:3. Faktanya, sebagian besar pasangan tidak bergerak 1.500 pips per bulan.
Meletakkannya Tepat Pada Level Support Dan Resistance
Selain memilih posisi Stop Loss dan Take Profit yang terlalu dekat dan terlalu jauh, kesalahan lain yang sering dilakukan trader adalah menempatkannya langsung pada garis support resistance. Alasannya adalah ketidakstabilan pasar lagi.
Investor sering lupa bahwa pasar forex bergerak tidak merata, sehingga garis support dan resistance tidak dapat dijadikan titik acuan untuk menentukan Stop Loss dan Take Profit.
Ada kemungkinan harga akan berbalik atau berubah arah sebelum menyentuh garis. Harga bahkan mungkin melewati batas terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalami perubahan arah baik sebagai pembalikan atau breakout.