Indikator Yang Wajib Anda Ketahui Sebagai Trader Pemula
Indikator Yang Wajib Anda Ketahui Sebagai Trader Pemula
Anda dapat menggunakan indikator forex untuk menganalisis pasar saat berdagang. Indikator ini memainkan peran penting dalam proses perdagangan karena indikator yang akurat memungkinkan pedagang untuk memprediksi pergerakan harga aset.
Biasanya, program perdagangan menawarkan penggunaan indikator otomatis. Meski sudah diatur secara otomatis, Anda harus bisa memahami konsep perhitungan dengan baik agar bisa mengambil keputusan trading yang tepat.
Mengenal Indikator Forex
Forex adalah perangkat atau alat yang memberikan informasi tentang hasil perhitungan rumus tertentu. Anda dapat menggunakan hasil perhitungan ini untuk mengukur dan mengevaluasi kondisi pasar. Hal ini memungkinkan pedagang untuk memprediksi tren pasar berikutnya.
Sederhananya, indikator ini membantu trader untuk memberikan sinyal beli atau jual. Apakah ada indikator yang paling akurat? Tidak ada satu indikator pun yang 100% akurat, tetapi trader dapat meningkatkan akurasinya dengan menggabungkan dua atau lebih indikator.
Beberapa Indikator Trading Forex Yang Akurat
Moving Average
Rata-rata bergerak secara harfiah berarti rata-rata bergerak. Rata-rata bergerak ini adalah seperangkat rata-rata harga aset selama periode waktu tertentu. Rata-rata ini diambil dari nilai tukar yang berfluktuasi dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, lebih mudah bagi Anda untuk memprediksi perubahan harga dengan hanya mengambil rata-rata.
Rata-rata bergerak bertindak sebagai indikator ajaib, yang merupakan indikator teknis yang memberikan informasi tentang tren saat ini. Rata-rata bergerak dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu Simple Moving Average (SMA), Weighted Average (WMA) dan Exponential Moving Average (EMA).
MADC
Indikator MACD bekerja dengan menggunakan dua garis rata-rata bergerak eksponensial (EMA) dalam periode yang berbeda. Secara umum, dua garis analisis adalah EMA dengan periode 20 hari dan EMA dengan periode 12 hari.
Kedua garis EMA ini muncul di tempat yang sama dengan grafik temporal dari garis MACD. Meskipun garis sinyal berada di bawah grafik harga.
Jika garis MACD memotong garis sinyal, itu berarti pergerakan harga lebih kuat, yang dapat digunakan sebagai sinyal beli atau jual. Namun, Anda harus ingat bahwa sinyal jual atau beli tergantung pada lokasi garis yang dilewati sebelumnya.
Candlestick
Strategi trading sederhana yang menghasilkan uang tetapi tidak mengandung indikator, yaitu dengan membaca pola candlestick yang berbeda. Pola ini muncul berulang kali, membentuk rangkaian grafik. Grafik ini kemudian membuat cabang lain dari analisis perdagangan yang disebut Price Action.
Saat membaca candlestick, Anda hanya perlu fokus pada dua atau tiga pola yang paling umum. Jika Anda menemukan model dengan akurasi tertinggi, itu berarti sistem sedang memprediksi harga. Harga semua dapat diterjemahkan berdasarkan tren yang terjadi saat itu.
Pola candlestick ini bisa dikatakan sebagai strategi trading, namun bisa meningkatkan profit. Penting bagi Anda untuk mengetahui anatomi setiap bagian dari grafik ini karena memudahkan untuk membaca harga dan pergerakan pasar.
Sederhananya, indikator ini membantu trader untuk memberikan sinyal beli atau jual. Apakah ada indikator yang paling akurat? Tidak ada satu indikator pun yang 100% akurat, tetapi trader dapat meningkatkan akurasinya dengan menggabungkan dua atau lebih indikator.
Bollinger band
Indikator Bollinger Bands adalah salah satu metode perdagangan paling sederhana, tetapi bisa menguntungkan. Cara kerjanya yang sederhana juga membuat indikator ini mudah dipahami, terutama bagi para trader pemula.
Jika Anda ingin menggunakan indikator ini, Anda dapat menggunakan pita atas atau pita atas dan pita bawah atau garis bawah untuk analisis pasar. Anda dapat menempatkan posisi jual saat posisi menyentuh garis atas, tetapi Anda dapat menempatkan posisi beli saat posisi menyentuh garis bawah.
RSI
RSI adalah indikator forex yang paling banyak digunakan oleh para trader. Bahkan, dapat dikatakan bahwa strategi ini sangat berbeda dari indikator lainnya karena tidak termasuk dalam grafik forex.
Anda dapat dengan mudah menggunakan indikator RSI. Ketika garis indikator berada di atas 70, itu berarti harga telah naik terlalu tinggi dan kemungkinan koreksi. Di sisi lain, ketika garis bensin di bawah 30, ada kemungkinan harga akan berbalik untuk menguat.